Cagar Budaya di Bandung

on Minggu, 27 Februari 2011

Ada yang tahu apa itu Paleis van de Legercommandant ??
Itu adalah  istana panglima teringgi militer yang sekarang menjadi Markas Kdam III Siliwangi. Bangunan megah yang sekarang berfungsi sebagai kantoran militer ini berdiri pada tahun 1918. Pembangunan gedung ini memakan waktu dua tahun lamanya.



Menurut catatan sejarah, pada awal abad ke-20, Pemerintah Hindia Belanda menjadikan Kota Bandung sebagai pusat komando militer. Maka tak heran, jika banyak dilakukan pembangunan gedung-gedung yang bisa menunjang kota Bandung sebagai pusat pemerintahan. Termasuk, pemindahan untuk kekuatan militer. Diawali dengan pemindahan Departemen Peperangan (Departemen van Oorlog) dari Jakarta ke Bandung yang berada di Jalan Kalimantan sekarang. Kemudian, dibangunlah rumah kediaman bagi panglima tertinggi militer pemerintahan Hindia Belanda sebagai rumah dinasnya.

Usai Perang Dunia II, rencana pemindahan ibu kota ke Bandung tidak terealisasikan karena Indonesia dikuasai Jepang, maka gedung Paleis van de Legercommandant pun tak lagi didiami sang panglima. Pascakemerdekaan Indonesia, gedung ini kemudian menjadi markas bagi tentara Divisi I/Siliwangi yang saat itu merupakan gabungan dari Brigade I/Tirtayasa, Brigade II/Suryakencana, Brigade III/Kian Santang, Brigade IV/Guntur, dan Brigade/Sunan Gunung Jati.

Gedung istana panglima tertinggi ini memiliki desain tegak dan lurus khas militer rancangan dua bersaudara Schoemaker. Kini, ruangan dalam bangunan utama salah satunya diberi nama Ruang Sudirman yang terdiri dari ruang utama, pataka ,kehormatan dan tamu VIP. Penyematan nama Sudirman pun diikuti dengan dipasangnya patung sosok Sudirman beserta relief perjuangan Sudirman selama masa kemerdekaan di ruang utama. Ruang Sudirman yang diresmikan pada tahun 1994 ini pun, masih terjaga dengan baik. Begitu pula dengan keseluruhan bangunan yang mampu mempertahankan bangunan cagar budaya dalam Heritage Award tahun ini.

Sumber: Pikiran Rakyat

0 komentar:

Posting Komentar