Khasiat berpuasa

on Senin, 18 Oktober 2010

Orang yang berpuasa menurut pemikiran awam tentu tubuhnya akan menjadi lemah , tidak bertenaga. Namun pada kenyataannya penelitian para ahli menunjukan hasil yang sebaliknya , ternyata  puasa justru meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit. Puasa juga meningkatkan kewaspadaan dan kecerdasan fikiran . Dalam perang Badar terbukti kaum muslimin yang jumlahnya hanya 315 orang ternyata dapat mengalahkan kaum Kafir Quraisy yang berjumlah  950 orang pada bulan Ramadhan, dimana ketika itu kaum Muslimin sedang mengerjakan ibadah puasa.
Orang zaman dahulu juga banyak yang mengerjakan puasa untuk mendapatkan kesaktian dan kekuatan tubuh.  Berikut ini kami sampaikan beberapa artikel yang kami kutip dari Republika.co.id tentang pengaruh puasa terhadap kekuatan dan daya tahan tubuh terhadap berbagai penyakit..
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Ramadhan telah tiba, umat Islam menyambutnya dengan gembira. Pada bulan Ramadhan umat Islam melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh, sebagai salah satu rukun yang wajib di jalani.
Dibalik kewajiban menahan haus dan lapar serta nafsu mulai dari setelah waktu sahur sampai waktu maghrib, puasa juga menyimpan banyak maslahat bagi manusia. Selain meningkatkan aspek rohani, shaum juga meningkatkan daya tahan tubuh serta meremajakan tubuh dari sel-sel yang telah mati.

Secara biokimia sel yang ada dalam tubuh kita dilihat dari segi reproduksinya terbagi dua, yaitu meosis dan mitosis. Meosis terjadi pada sel reproduksi 1 sel membelah jadi 4, sedangkan Mitosis terjadi untuk berbagai jenis sel dari ujung rambut ujung kaki dengan proses pembelahan sel 1 menjadi 2, 2 jadi 4 dan seterusnya.
Karena jumlah sel dalam tubuh kita miliaran maka adanya kerusakan sel dalam tubuh dan perlunya penggantian suku cadang. Tetapi, proses pembelahan sel tidak selalu berjalan mulus dan teratur karena banyaknya gangguan. Ternyata dengan shaum kondisi ini bisa dicegah.
Selama kondisi shaum tubuh kita memerlukan banyak energi, tetapi karena tidak makan dan minum maka sumber energi yang dipakai berasal dari glikogen di dalam hati, juga lapisan lemak di belakang kulit kita. Dengan banyaknya pemakaian cadangan energi dalam tubuh menyebabkan proses pembelahan sel berjalan serentak dan banyak.